Gula Darah Puasa

Gula darah puasa merupakan sebutan untuk pemeriksaan yang dilakukan dalam mengukur kadar gula darah dalam tubuh. Gula darah puasa ini dilakukan pada pasien yang telah berpuasa terlebih dahulu. Anjuran lamanya waktu berpuasa yang disarankan pada pasien yang akan melakukan pemeriksaan gula darah puasa ini ialah minimal 8 jam. Setelah 8 jam berpuasa, maka pasien dapat melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Hasil dari kadar gula darah puasa yang dikatakan normal menunjukkan angka berkisar antara 70 sampai dengan 100 mg/dl. Sehingga apabila melebihi nilai normal dari kadar gula darah puasa maka dapat tergolong kadar gula darah tinggi.


Gula Darah Puasa
Alat cek gula darah accu check

Strip cek gula darah accu check


Selain kadar gula darah puasa, terdapat juga pengukuran kadar gula darah sewaktu dan kadar gula darah post prandial atau 2 jam setelah makan. Kadar gula darah sewaktu merupakan pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan pada pasien dengan syarat pasien tidak puasa dan tidak dalam keadaan 2 jam setelah makan. Kadar gula darah sewaktu dikatakan normal apabila berada pada kisaran 70 sampai dengan 200 mg/dl. Sedangkan untuk pemeriksaan gula dalah post prandial atau GDPP merupakan pemeriksaan gula darah yang dilakukan pada pasien setelah 2 jam dari makan terakhir. Pemeriksaan gula darah post prandial ini memiliki nilai normal yaitu kurang dari 140 mg/dl.

Pemeriksaan Gula Darah Puasa

Pemeriksaan gula darah puasa pada pasien yang sedang berpuasa dilakukan apabila pasien tersebut telah berpuasa minimal 8 jam. Gula darah puasa ini memiliki nilai batasan normal kadar gula darahnya antara 70 sampai dengan 100 mg/dl. Pada saat berpuasa memang normalnya gula darah akan lebih rendah dibandingankan dengan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan kadar gula darah setelah 2 jam makan.

Pemeriksaan gula darah puasa ini akan menggambarkan kadar gula darah yang sebenarnya dimiliki oleh pasien yang melakukan pemeriksaan. Sampel diambel untuk pemeriksaan kadar gula darah puasa ini ialah darah. Untuk pemeriksaan laboratoium yang biasanya dilakukan di rumah sakit, pengambilan sampel dilakukan melalui pembuluh darah vena. Darah dari pembuluh darah vena diambil dengan menggunakan spuit atau suntikan sebanyak yang diperlukan. Setelah itu laboran akan memeriksa kadar gula yang terkandung dalam gula darah tersebut.

Selama pasien berpuasa kurang lebih 8 jam, pasien tidak diperbolehkan untuk makan apapun kecuali air putih. Karena asupan makanan akan mempengaruhi hasil pengukuran dari kadar gula darah puasa tersebut. Sehingga hasil yang diperoleh tidak akan menjadi akurat.

Keakuratan dalam melakukan pemeriksaan gula darah saat puasa bergantung pada faktor pasien dan pemeriksa atau alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini akan akurat bila pasien benar-benar selama 8 jam melakukan puasa, dan pmeriksaan menggunakan alat yang memiliki keakuratan yang tinggi dan petuga laboran yang terampil dalam melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pengukuran kadar gula darah tersebut, kita dapat mengetahui hasil kadar gula darah yang diukur. Apakah kadar gula darah tersebut normal ataupun tidak normal. Kadar tidak normal dari gula darah dapat diklasifikasikan ke dalam hiperglikemi, prediabet, dan hipoglikemi. Kadar tidak normal dari gula darah ini dapat diatas dari kadar gula darah normal ataupun dibawah dari kadar normal gula darah. Hiperglikemi merupakan sebutan bagi kadar gula darah yang tinggi. Apabila kondisi hiperglikemi dibiarkan terus menerus maka berpotensi untuk menimbulkan penyakit diabetes mellitus atau kencing manis.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • mediskus.com





Terima kasih untuk Like/comment FB :