Obat Sakit Gula

Obat sakit gula merupakan obat yang mengandung senyawa yang dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Obat sakit gula ini pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu obat hipoglikemik oral yang disingkat dengan OHO dan obat insulin. Obat hipoglikemik oral ini serdiri dari beberapa jenis yaitu obat sulfonilurea, obat biguanida, dan tiazolidindion. Obat tersebut merupakan obat hipoglikemik oral yang sering digunakan oleh para penderita penyakit gula darah tinggi atau diabetes mellitus.

Informasi harga dan pembelian alat cek gula darah klik disini

Alat tes gula darah Easy Touch GCU

Obat Sakit Gula
Strip tes gula darah easy touch

Obat insulin merupakan obat yang digunakan oleh penderita penyakit diabetes mellitus yang sudah tidak dapat menggunakan obat hipoglikemik oral. Obat insulin ini harus diberikan dengan bantuan paramedis maupunpetugas medis. Karena obat insulin ini diberikan dalam bentuk suntikan yang dimasukkan ke dalam jaringan kulit. Obat insulin ini terdapat 3 macam yaitu obat insulin yang dapat bekerja menurunkan gula darah secara cepat, obat insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan kecepatan sedang dan obat insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah secara lambat.

Obat Sakit Gula dari Golongan OHO (Obat Hipoglikemik Oral)

Obat sakit gula dari golongan OHO atau obat hipoglikemik oral yang akan dibahas kali ini ialah obat sulfonilurea, obat biguanida, obat inhibitor alfa-glukosida, dan tiazolidindion. Obat sulfonilurea ini termasuk ke dalam obat hipoglikemik oral yang mencakup asetoheksamida, klorpropamida, glibenklamida, gliklazida, tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain. Masing-masing dari obat tersebut memiliki perbedaan walaupun satu jenis obat sulfonilurea. Perbedaan tersebut lebih menonjol dalam durasi aksi dalam menurunkan kadar gula darah serta dosis yang digunakan dalam menurunkan kadar gula darah tersebut. Misalnya saja pada obat tolbutamida apabila digunakan akan memiliki efek jangka pendek. Obat ini dapat diberikan sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Contoh perbedaan yang lainnya ialah klorpropamida yang dapat bekerja hingga 3 hari dan aksinya dapat terakumulasi sampai pada tingkat yang parah jika diberikan setiap hari. Selain itu ada glibenklamida yang akan cocok digunakan sekali sehari yaitu tepatnya pada pagi hari.

Obat sakit gula golongan OHO atau obat hipoglikemik oral selanjutnya ialah biguanida. Contoh dari biguanida ini ialah metformin. Mungkin nama obat ini tidak akan asing lagi bagi penderita penyakit diabetes. Karena obat metformin ini sering digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Obat metformin dapat menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi itu sendiri merupakan suatu proses dimana kandungan oksigen pada suatu senyawa kimia meningkat. Selain itu obat ini juga bekerja dengan cara mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa dalam hati. Penggunaan obat ini akan memberikan efek samping berupa rasa tidak enak, pahit, atau seperti logam pada lidah, menghilangkan selera makan, rasa mual dan rasa tidak nyaman pada perut.

Obat sakit gula golongan OHO atau obat hipoglikemik oral yang selanjutnya ialah tiazolidindion. Obat golongan tiazolidindion dapat menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara memperlambat proses glikoneogenesis. Salah satu contoh dari obat golongan tiazolidindion ini ialah rosiglitazone dan pioglitazone. Obat pioglitazone bekerja dengan cara menurunkan resistensi insulin dan meningkatkan jumlah protein transporter glukosa. Hal ini dapat meningkatkan uptake dari glukosa di sel-sel jaringan sehingga kadar gula darah dapat menurun. Sedangkan obat rosiglitazone memiliki cara kerja yang hampir sama dengan pioglitazon.




Oleh : Bidan Rina

Sumber :
  • langkahsehat.com





Terima kasih untuk Like/comment FB :