Obat Gula Darah

Obat gula darah yang diproduksi dapat mengobati penyakit yang diakibatkan dari kadar gula darah yang tidak normal. Obat gula darah rendah dikonsumsi pada saat kadar gula darah sesorang dalam keadaan dibawah kadar gula darah normal. Sedangkan obat gula darah tinggi dikonsumsi pada saat kadar gula darah seseorang berada diatas kadar gula darah normal. Normalnya kadar gula darah seseorang memiliki kadar 70-150 mg/dl. Apabila kadar gula darah dibawah 70 mg/dl maka orang tersebut dianjurkan untuk mengkonsumsi obat gula darah rendah. Begitu juga sebaliknya, apabila kadar gula darahnya tinggi diatas 200 mg/dl maka orang tersebut dianjurkan untuk mengkonsumsi obat gula darah tinggi.


Obat Gula Darah
Alat cek gula darah GlucoDR

Strip cek gula darah GlucoDR

Obat Gula Darah Tinggi

Obat gula darah tinggi dapat terbuat dari bahan kimia maupun dari bahan herbal atau alami. Pada kali ini kita akan membahas mengenai obat gula darah tinggi yang terbuat dari bahan kimia. Obat gula darah tinggi yang termasuk kedalam obat-obatan atau farmakologis ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Obat gula darah tinggi yang akan dibahas kali ini merupakan obat gula darah tinggi oral. Obat gula ini dikonsumsi dengan cara diminum langsung melalui mulut. Berikut beberapa golongan obat gula ini yang dapat menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh.
    Golongan biguanida
      Obat golongan biguanida ini mampu menaikkan kadar gula darah dengan cara bekerja langsung pada organ hati.obat golongan biguanida ini mampu menurunkan produksi glukosa hati. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam obat golongan biguanida ini tidak merangsang sekresi insulin dan hampir tidak pernah menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Contoh obat dari golongan biguanida dan masih digunakan saat ini dalam mengobati gula darah tinggi ialah metformin. Penggunaan metformin yang dianjurkan untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi ialah tidak melebihi 1700 mg/hari. Efek samping yang dapat terjadi adalah nausea, muntah, kadang-kadang diare, dan dapat menyebabkan asidosis laktat. Obat golongan biguanida ini tidak boleh diberikan pada penderita gangguan fungsi hepar, gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung kongesif dan wanita hamil. Pada keadaan gawat darurat juga sebaiknya tidak jangan diberikan biguanida.
        Golongan inhibitor α-glukosidase
          Obat golongan ini dapat menurunkan kadar gula darah tinggi dengan cara menghambat enzim alfa glukosidase yang terdapat pada dinding usus halus. Selain itu senyawa yang terkandung dalam obat golongan ini juga dapat menurunkan kadar gula darah tinggi dengan cara menghambat enzim α-amilase pankreas yang bekerja menghidrolisis polisakarida di dalam lumen usus halus. Obat ini diberikan dengan dosisi 150-600 mg/hari. Efek samping yang dapat terjadi dari obat ini ialah perut kurang enak, lebih banyak flatus dan kadang-kadang diare, yang akan berkurang setelah pengobatan berlangsung lebih lama. Obat ini hanya mempengaruhi kadar glukosa darah pada waktu makan dan tidak mempengaruhi kadar glukosa darah setelah itu.
            Golongan tiazolidindion
              Obat golongan ini mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan cara memperlambat proses glikoneogenesis. Contoh obat dari golongan ini diantaranya ialah rosiglitazone dan pioglitazone. Pioglitazone dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi dengan cara menurunkan resistensi insulin dengan meningkatkan jumlah protein transporter glukosa, sehingga meningkatkan uptake glukosa di sel-sel jaringan perifer. Sedangkan rosiglitazone cara kerjanya hampir sama dengan pioglitazon, diekskresi melalui urin dan feses. Pada umumnya obat golongan ini tidak digunakan tunggal melainkan digunakan bersamaan obat golongan lainnya.



              Oleh : Bidan Rina

              Sumber :
              • diabeticdietexchange.com





              Terima kasih untuk Like/comment FB :