Cara Menurunkan Kadar Gula Darah

Diabetes melitus (DM) menjadi masalah paling umum di dunia. Banyak negara maju dan berkembang yang penduduknya menderita penyakit ini. Menurut survei yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun 1995 menempati peringkat tujuh di dunia dengan jumlah penderita 4,5 juta jiwa. WHO memperkirakan pada tahun 2025, Indonesia akan menempati peringkat lima di dunia dengan jumlah penderita DM sebanyak 12,4 juta jiwa.


Alat cek darah multi fungsi merk Nesco

Apakah diabetes itu

Diabetes melitus ditandai dengan kadar glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl dan gejala DM berupa poliuria, polidipsia, dan polifagia. Prediabetes merupakan suatu keadaan yang mendahului timbulnya DM. Prevalensi prediabetes terus mengalami peningkatan. Sebanyak 4-9% orang dengan prediabetes akan menderita DM setiap tahunnya. Prediabetes ditandai dengan kadar glukosa darah puasa antara 100-125 mg/dl. Prediabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskular sebesar 1,5 kali lebih tinggi dibanding orang sehat. Kondisi prediabetes dapat diperbaiki dengan merubah gaya hidup, menurunkan berat badan, mengatur diet, dan melakukan olahraga secara teratur.

Pengaturan diet merupakan cara yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu bahan makanan yang dihubungkan dengan penurunan kadar glukosa darah yaitu tempe. Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai yang dibuat dengan menumbuhkan kapang Rhizopus sp. pada kedelai. Tempe termasuk sumber protein nabati yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tempe tergolong sumber makanan dengan kandungan asam amino esensial dan non esensial yang lengkap, kadar lemak jenuh rendah, isoflavon tinggi, serat tinggi, indeks glikemik rendah (glycemic index < 55),dan mudah dicerna.

Cara menurunkan kadar gula darah secara alami

Kandungan tempe kedelai yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah protein, isoflavon, serat, serta indeks glikemik rendah. Protein tempe tinggi kandungan arginin dan glisin, yang terkait sekresi insulin dan glukagon dari pankreas. Kandungan isoflavon berupa genistein dapat menghambat α-glukosidase yang berperan pada beberapa kelainan metabolik seperti Diabetes Mellitus.

Serat dapat mempengaruhi kadar glukosa darah karena memperlambat absorbsi glukosa sehingga mempengaruhi penurunan glukosa. Indeks glikemik tempe yang rendah menjadikan respon glukosa darah tubuh rendah sehingga peningkatan kadar glukosa darah relatif kecil. Tempe dapat diolah menjadi berbagai variasi bentuk makanan maupun minuman. Salah satu bentuk olahan tempe yang disajikan dalam bentuk makanan yaitu tempe kukus. Proses pengolahan dengan pengukusan tidak banyak merubah kandungan zat gizi bahan makanan.

Hal ini dibuktikan dengan total asam amino tempe kukus yaitu 704,5 mg/gram protein lebih tinggi dibanding tempe yang diolah dengan cara direbus, digoreng, dan dipanggang. Tempe yang digunakan sebanyak 150 gram dengan kandungan protein 30 gram protein kedelai yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Selain dengan mengkonsumsi tempe berikut terdapat 3 langkah cara dalam menurunkan kadar gula darah dalam tubuh yaitu :

Langkah 1 :
Makan seperti biasanya dan catat. Makan seperti biasanya, tetapi gunakan alat ukur gula darah untuk mengukur gula darah pada waktu sebagai berikut:

  • Saat bangun pagi (puasa)
  • 1 jam setelah makan
  • 2 jam setelah makan.

Dengan cara ini yang akan ditemukan adalah kapan gula darah akan mencapai titik tertinggi, dan seberapa cepat gula darah akan kembali ke “normal”. Dan juga hal ini dapat membuktikan bahwa makanan seperti roti, buah dan sayuran yang mengandung pati/karbohidrat akan menaikkan gula darah.

Langkah 2 :
Untuk beberapa hari berikutnya kurangi konsumsi karbohidrat. Hilangkan roti, sereal, nasi, biji-bijian, makanan yang mengandung tepung gandum, kentang, jagung dan buah. Penuhi kebutuhan karbohidrat hanya dari sayuran. Tes menu makan yang sudah dimodifikasi ini seperti jadwal di langkah 1. Lihat dampak pengurangan karbohidrat ini pada kadar gula darah. Semakin dekat angka kadar gula darah seperti para non-diabetes maka semakin besar kesempatan dalam menghindari komplikasi yang mengerikan.

Apabila sudah mencapai target kadar gula yang normal, maka perlahan dengan hati-hati karbohidrat dapat ditambahkan pada menu makan, tentu saja pastikan dengan mengetes gula darah setiap setelah makan. Hentikan menambahkan karbohidrat begitu kadar gula darah naik. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa gula darah setelah makan adalah kadar yang paling indikatif dalam memprediksi komplikasi di masa yang akan datang terutama pada masalah jantung.

Langkah 3 : 
Tes setiap menu makanan. Perlu diingat bahwa kita tidak berlomba dengan siapapun tetapi dengan diri kita sendiri. Rencanakan menu makan. Tes, tes, dan tes untuk mengetahui makanan apa yang akan menaikkan gula darah. Belajarlah untuk mengetahui makanan apa yang memberikan hasil terbaik pada kadar gula darah.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • dokita.co.id





Terima kasih untuk Like/comment FB :